Ada Rumah 70 Biksu Tersembunyi Celah-celah Tebing

 Rumah 70 Biksu Tersembunyi Celah-celah Tebing   Ada rumah Letaknya yang tersembunyi di kawasan Zanskar Tenggara India, menghadap seb... thumbnail 1 summary

 Rumah 70 Biksu Tersembunyi Celah-celah Tebing

 

Ada rumah Letaknya yang tersembunyi di kawasan Zanskar Tenggara India, menghadap sebuah sungai, biara ini terletak di tebing curam Ladakh, Himalaya, India Utara. Berada di atas ketinggian 3800 mdpl serta dipahat dari tebing batu, serta bata berlumpur yang luar biasa kuat menahan bangunan ini selama ratusan tahun lamanya. Di Biara Pughtal Gompa ini merupakan rumah bagi sekitar 70 biksu yang dibangun pada abad ke-12 atau sekitar tahun 1100 luar biasa lamanya. 

Namun Tak hanya menjadi sebuah bangunan suci, tempat ini juga merupakan kubu spiritual Budha dan tempat pembelajaran yang dihuni para biarawan juga biarawati yang taat berbadah. Di Gompa memiliki aula tengah yang mengandung beberapa karya seni suci yang dikenal dengan sebutan murti dan thangka. Patung-patung, lukisan serta permadani diyakini sebagai sesuatu yang dapat menampakkan wujud roh ilahi yang memberikan fokus untuk ibadah, meditasi juga doa, selain digunakan untuk mengajarkan sejarah sang guru abadi Buddha. 

Dan Sementara Phugtal merupakan lokasi terpencil yang sangat signifikan bagi para biarawan yang bepergian untuk bermeditasi di gua-gua yang ada disana. Di daerah sekitar gua ini terdapat empat kamar doa yang cukup besar, perpustakaan, dapur, ruang tamu, juga tempat tinggal ke 70 biarawan itu. Namun Tak hanya spektakuler sebagai tempat ibadah, namun tempat ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang tertarik mencoba bagaimana untuk bertahan hidup seadanya. Disana Nantinya mereka akan dibimbing beribadah mulaid ari menyanyikan lagu, membuat kerajinan berupa karya seni. Serta menyaksikan para biarawan melakukan tarian cham sebagai bagian dari perayaan tahunan yang diadakan di tempat suci tersebut. 

Di bagian belakang dari gua terdapat mata air suci yang dianggap memiliki banyak manfaat yang di percaya sebagai penyembuh berbagai penyakit. Dan Tempat spiritual ini telah melewati berbagai macam rentang waktu cukup panjang dengan berbagai perkembangan zaman yang akan dilaluinya. Menurut cerita sejarah Seorang Filolog berkebangsaan Hongaria sempat mengunjungi tempat ini sekitar tahun 1826-1827. Si Alexander Csoma de Koros selama satu tahun singgah dan mempelajari agama disana serta namanya diabadikan pada sebuah lempengan batu tersebut.

MENARIK BUKAN? YA SEMOGA ARIKEL INI BERMANFAAT UNTUK TEMEN-TEMEN SEMUA KHUSUS NYA INDO PUNYA.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Mohon tidak Melakukan spam dan Comen Link Akitf

Recent